Pengabdian di Garda Terdepan Diakui, Cemara Institute Puji Gelar Doktor HC Komjen Pol Suyudi Ario Seto

Jakarta – Cemara Institute menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto yang secara resmi menyandang gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) dalam Bidang Ilmu Hukum. Penghargaan akademik tertinggi ini dinilai sebagai pengakuan atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi nyata Jenderal Polisi Bintang Tiga termuda tersebut dalam penegakan hukum di Indonesia.

Direktur Cemara Institute, Rizqi Fathul Hakim menyatakan bahwa gelar ini merupakan bentuk legitimasi akademis atas perjuangan panjang Suyudi Ario Seto. “Diraihnya gelar Doktor Kehormatan ini adalah wujud nyata dari perjuangan dan pengabdian beliau yang konsisten dalam penegakan hukum, khususnya dalam memimpin perang melawan narkotika untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” ujar Rizqi, Senin (2/2/2026).

Gelar Doktor Honoris Causa tersebut secara resmi dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Tarumanagara yang digelar di Auditorium Kampus, Jakarta Barat, pada Sabtu (31/1). Dalam pertanggungjawaban akademiknya, Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Amad Sudiro, menyatakan penganugerahan ini didasarkan pada proses kajian dan seleksi ketat, serta menilik jasa dan kontribusi signifikan Promovendus dalam pengembangan ilmu hukum pidana khusus.

“Promovendus memiliki jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu hukum pidana khusus yang meliputi tindak pidana narkotika, kejahatan siber, perdagangan orang, dan tindak pidana transnasional. Perannya telah memberikan dampak nyata terhadap perkembangan hukum pidana dan perlindungan masyarakat,” tegas Prof. Amad Sudiro dalam sambutannya.

Rizqi Fathul Hakim menambahkan bahwa kontribusi Komjen Pol. Suyudi melampaui penegakan hukum semata, tetapi telah menyentuh aspek pembangunan karakter bangsa. “Ini bukan hanya penghargaan untuk individu, tetapi pengakuan terhadap seluruh jajaran penegak hukum yang berjuang di garda terdepan. Prestasi ini memperkuat fondasi bahwa penegakan hukum yang berintegritas dan berkeadilan adalah pilar utama ketahanan nasional,” paparnya.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Narkoba, Keamanan, dan Masa Depan Indonesia dalam Perspektif Ilmu Hukum”, Komjen Pol. Dr. (H.C) Suyudi Ario Seto menegaskan hubungan simbiotik yang erat antara permasalahan narkotika dengan keamanan dan masa depan suatu bangsa. “Semakin pesat perkembangan narkoba, semakin tidak aman negara tersebut,” tegasnya, seraya menjelaskan bahwa pendekatan penanganannya harus komprehensif dan berkeadilan.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penindakan tegas terhadap bandar dengan pendekatan humanis berupa pencegahan dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan. Pendekatan ini menjadi roh dari kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang diimplementasikan di bawah kepemimpinannya.

Lebih jauh, Rizqi Fathul Hakim melihat orasi tersebut sebagai manifestasi dari kepemimpinan visioner. “Pidato beliau bukan sekadar pidato, melainkan sebuah peta jalan strategis yang memadukan ketegasan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan. Ini membuktikan bahwa kepemimpinan di bidang hukum memerlukan kedalaman ilmu dan keluhuran budi,” tandasnya.

Di akhir orasi, Kepala BNN RI menggalang semangat kolektif seluruh elemen bangsa untuk terlibat aktif dalam perang melawan narkotika, yang ia sebut sebagai “War on Drugs for Humanity”, sebuah perjuangan demi kemanusiaan dan penyelamatan generasi penerus.

Dengan penyandangan gelar ini, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto tidak hanya mencatatkan prestasi pribadi, tetapi juga mengangkat martabat institusi penegak hukum Indonesia. Cemara Institute berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur negara untuk terus mengedepankan pengabdian, integritas, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *