INSPIRA Apresiasi Kapolres Metro Bekasi Kota Tangkap 11 Pelaku Kejahatan dari Begal hingga Curanmor

Kota Bekasi – Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) memberikan apresiasi kepada Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana atas pengungkapan 11 pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat. Langkah cepat tersebut dinilai sebagai bukti keseriusan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Bekasi. Apresiasi diberikan setelah Polres Metro Bekasi Kota mengungkap enam kasus menonjol dalam periode 1–20 Agustus 2026. Kasus-kasus itu meliputi begal, pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, penganiayaan, hingga pengeroyokan.

Ketua Umum PB INSPIRA, Rizqi Fathul Hakim menyatakan langkah Kapolres Metro Bekasi Kota dalam mengungkap kasus kriminal ini patut diapresiasi, terlebih karena dilakukan pada 20 hari awal masa kerjanya. “Ini menunjukkan komitmen yang kuat dari seorang pemimpin kepolisian untuk hadir dan melindungi warganya sejak hari pertama bertugas,” ujarnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menjelaskan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (20/8/2026).

“Ini ada 11 pelaku yang kami ungkap dari peristiwa-peristiwa menonjol, yaitu pencurian yang disertai dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, kekerasan penganiayaan dan juga kekerasan secara bersama-sama atau pengeroyokan,” kata Putu.

Putu juga mengapresiasi peran masyarakat yang ikut membantu kepolisian mengungkap berbagai tindak kriminal. Ia menilai laporan dan partisipasi warga menjadi kekuatan tambahan bagi aparat dalam memutus jaringan kejahatan.

Secara terperinci, enam kasus menonjol tersebut terdiri atas dua kasus pencurian kendaraan bermotor, satu kasus pencurian dengan kekerasan atau begal, satu kasus pencurian dengan pemberatan modul Universal Baseband Processing pada base transceiver station, satu kasus penganiayaan, dan satu kasus pengeroyokan.

Polres Metro Bekasi Kota mengungkap dua kasus curanmor yang terjadi di Pondok Gede dan Bekasi Utara. Dari dua perkara tersebut, polisi menangkap dua pelaku dan mengamankan dua unit sepeda motor hasil kejahatan.

Salah satu modus pelaku adalah memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan. Korban saat itu sedang mampir ke warung gado-gado untuk memesan makanan, tetapi meninggalkan sepeda motornya dalam kondisi kunci masih melekat. “Kuncinya masih melekat di motor sehingga pelaku bisa melancarkan aksinya, walaupun saat itu akhirnya bisa berhasil diamankan oleh warga dan aparat,” imbuh Putu.

Kasus menonjol lainnya adalah begal yang terjadi di wilayah Bekasi Selatan pada 12 Agustus 2026. Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga pelaku dengan peran berbeda, mulai dari mengincar korban, menodongkan senjata airsoft gun, hingga mengambil barang milik korban seperti dompet dan telepon seluler.

Rizqi Fathul Hakim menambahkan, pengungkapan kasus-kasus tersebut tidak lepas dari kolaborasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat. “Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan ini adalah buah dari sinergi dan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum,” katanya.

Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota juga mengungkap sindikat pencurian modul UBP yang merupakan bagian dari perangkat BTS di wilayah Bekasi Selatan. Tiga pelaku diamankan, dan jaringannya diduga tidak hanya beroperasi di Kota Bekasi, tetapi juga menyasar Jakarta Timur, Tangerang, hingga Karawang.

Selain kasus pencurian, polisi menangani perkara penganiayaan di Bekasi Selatan serta pengeroyokan di Bekasi Barat. Seluruh perkara diproses menggunakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman pidana bervariasi, mulai dari dua tahun hingga lebih dari 10 tahun penjara.

Rizqi Fathul Hakim berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 untuk melaporkan peristiwa yang membutuhkan respons kepolisian. “Dukungan warga sangat penting. Semakin kuat kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat, semakin kondusif Kota Bekasi yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *