JAKARTA — Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto atas upayanya menjaga kondusifitas dan ketertiban massa aksi demo RUU Ketenagakerjaan di depan Gedung DPR RI. Langkah Kapolri yang turun langsung menemui massa buruh dinilai sebagai wujud kepemimpinan yang responsif dan mengedepankan dialog dalam menyikapi aspirasi masyarakat.
Ketua Umum PB INSPIRA, Rizqi Fathul Hakim menilai upaya Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam menjaga ketertiban di area massa aksi demo buruh menjadi nilai positif di awal masa kepemimpinannya sebagai Kapolri. Menurutnya, momen tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam menjaga kondusifitas, ketertiban, dan keamanan di pusat pemerintahan.
“PB INSPIRA mengapresiasi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang telah menjaga kondusifitas dan ketertiban massa aksi demo buruh di depan DPR RI. Ini adalah momen penting dan menjadi langkah awal yang sangat baik di awal masa kepemimpinannya,” ujar Rizqi Fathul Hakim dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menemui massa buruh yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Selain Suyudi, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Kehadiran para pemimpin lembaga negara ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendengarkan aspirasi buruh secara langsung.
Dalam kesempatan tersebut, Suyudi mengapresiasi massa buruh yang telah menggelar aksi dengan aman dan tertib. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para buruh yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum memang dilindungi undang-undang, namun keamanan dan ketertiban harus tetap dijaga bersama.
“Karena walaupun penyampaian pendapat di muka umum itu diatur dalam undang-undang, tapi yang paling penting kita semua harus menjaga keamanan dan ketertiban. Setuju? Karena teman-teman semua walaupun menyampaikan aspirasi, juga disaksikan, ditonton oleh masyarakat Indonesia. Jadi, buruh harus menjadi contoh. Setuju?” kata Suyudi di hadapan para buruh.
Suyudi juga menyampaikan bahwa hari itu buruh mendapat kado terindah dengan disahkannya UU Pelindungan Ketenagakerjaan. Ia menyampaikan terima kasih atas apa yang sudah dibangun selama ini, sehingga RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang dinanti-nantikan akhirnya dapat disahkan. Sesuai dengan atensi Presiden, undang-undang tersebut dapat disahkan pada tahun ini.
“Terima kasih atas apa yang sudah dibangun selama ini, sehingga tadi seperti yang disampaikan oleh Bapak Wakil Ketua DPR RI, Bapak Sufmi Dasco, hari ini rekan-rekan telah mendapatkan kado terindah yang dinanti-nantikan berupa RUU Pelindungan Ketenagakerjaan. Untuk itu, selamat. Sekali lagi, sukses untuk teman-teman semua, ” tutur Suyudi.
Rizqi Fathul Hakim menambahkan, sosok Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang tegas namun tetap humanis dalam menghadapi massa aksi. Menurutnya, pendekatan dialogis yang dilakukan Kapolri menjadi contoh bagaimana negara hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan komunikasi yang baik.
“Kami melihat Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mampu mengambil peran yang tepat dalam situasi seperti ini. Beliau turun langsung, berdialog dengan massa, dan memastikan semua berjalan tertib. Ini adalah teladan kepemimpinan yang mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengabaikan ketegasan,” tegas Rizqi.
Selanjutnya, Suyudi menyampaikan pesan terakhir kepada massa agar membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing dengan tertib. Ia menutup pertemuannya dengan salam hangat untuk para buruh. “Pesan saya yang terakhir kembali ke rumah masing-masing dengan tertib. Salam saya. Terima kasih, hidup buruh,” pungkasnya.
Rizqi Fathul Hakim berharap, sinergi antara Polri, DPR, dan masyarakat dapat terus terjaga dalam setiap penyampaian aspirasi. Menurutnya, pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi bukti bahwa dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi semua pihak.
“Kami mendorong agar semangat dialog dan ketertiban yang ditunjukkan dalam aksi buruh dapat menjadi contoh bagi setiap penyampaian aspirasi di Indonesia. Ini adalah momentum penting untuk memperkuat demokrasi yang sehat dan berkeadilan,” pungkas Rizqi Fathul Hakim.
Dengan langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang turun langsung menemui massa buruh, diharapkan hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat semakin harmonis. Pendekatan dialogis yang mengedepankan ketertiban dan keamanan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional, sekaligus memastikan setiap aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik demi tercapainya tujuan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.












