Bogor – Indonesian Center for Biodiversity and Biotechnology (ICBB) bersama Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani (AB2TI) resmi mengumumkan penyelenggaraan kompetisi bergengsi ICBB-AB2TI Award VII 2027. Mengusung tema “Padi Produktivitas Tertinggi Tingkat Nasional”, ajang ini secara khusus mengundang partisipasi para petani kecil dari seluruh penjuru Indonesia untuk menunjukkan inovasi dan kemampuan terbaik mereka dalam budidaya padi.
Kompetisi ini menawarkan total hadiah senilai Rp100.000.000 bagi para pemenang. Juara 1 akan menerima hadiah sebesar Rp50.000.000, disusul Juara 2 dengan Rp30.000.000, dan Juara 3 dengan Rp20.000.000. Puncak pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dijadwalkan berlangsung pada bulan September 2027.
Ketentuan dan Mekanisme Kompetisi
Panitia telah menyiapkan tiga varietas unggulan yang akan dilombakan, yaitu IF8, IF16, dan IF20. Benih untuk varietas tersebut akan disediakan oleh panitia bagi setiap peserta yang mendaftar. Peserta dapat menanam pada luasan lahan minimal 1000 m² hingga 2000 m², dan diperbolehkan menanam lebih dari satu varietas dengan syarat setiap varietas ditanam pada lahan minimal 1000 m².
Untuk dapat berpartisipasi, peserta wajib mendaftar sebagai anggota AB2TI melalui laman resmi web ab2ti.org secara gratis. Batas akhir pendaftaran ditetapkan pada 21 Februari 2027. Proses penanaman harus dilaksanakan pada Musim Tanam (MT) 1 dan/atau MT 2 tahun 2027, dengan batas akhir masa panen pada bulan Agustus 2027.
Dalam hal teknis budidaya, peserta diberikan kebebasan penuh untuk menerapkan teknik dan metode penanaman, penyiapan lahan, pemupukan, hingga pemeliharaan tanaman. Meskipun demikian, peserta diwajibkan melampirkan laporan tertulis yang mencakup metode pembibitan, pengolahan lahan, jarak tanam, dosis pupuk, sistem pengelolaan air, hingga strategi pengendalian gulma dan hama.
Untuk memastikan hasil yang adil dan akurat, perhitungan produksi tidak akan menggunakan metode ubinan, melainkan berdasarkan luasan lahan yang ditanam dan dikonversikan ke dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) per hektar. Kadar air gabah ditetapkan pada standar 25 persen; apabila hasil panen memiliki kadar air yang berbeda, maka akan dikonversikan ke angka tersebut.
Proses pengambilan sampel uji produktivitas akan dilakukan dua minggu sebelum masa panen. Petugas akan mengambil 10 rumpun tanaman, yang terdiri dari 2 rumpun di bagian pinggir pematang dan 8 rumpun di bagian tengah. Dari sampel tersebut, akan dilakukan perontokan dan penimbangan hasil gabah utuhnya.
Penilaian dan verifikasi lapangan akan dilakukan oleh Panitia Pusat maupun tingkat Kabupaten berdasarkan laporan yang dikirimkan peserta. Dalam pelaksanaannya, panitia akan didampingi oleh petugas dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan/atau perwakilan pemerintah daerah setempat guna menjamin transparansi dan validitas hasil.
Bagi para petani yang tertarik untuk mengikuti kompetisi ini, informasi lebih lanjut dapat menghubungi narahubung di nomor +62 812-1439-5955 (Masroni) atau mengunjungi alamat sekretariat panitia di Kompleks ICBB, Jl Cilubang Nagrak No. 62, Kel. Situgede, Kecamatan Bogor Barat.












